124-juta-warga-ditarget-terliterasi-digital-lewat-gnld-siberkreasi-1

12, 4 Juta Warga Ditarget Terliterasi Digital Lewat GNLD Siberkreasi

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Jakarta

Kementerian Komunikasi serta Informatika (Kemkominfo) meluncurkan 4 modul literasi digital, yaitu Budaya Bermedia Digital, Tenteram Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Cakap Bermedia Digital. Peluncuran ini pula menandai dimulainya program tinggi Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.

Jawa Timur dipilih jadi tempat peluncuran karena target peserta literasi digital pada provinsi ini merupakan salah satu yang terbesar, yaitu 1, 5 juta orang. Tatkala target total GNLD Siberkreasi ini ialah 12, 4 juta masyarakat terliterasi digital di tahun 2021.

Menteri Kominfo Johnny G Plate menjelaskan terpaut infrastruktur digital. Ia mengatakan Kemenkominfo bersama dengan ekosistem terkait tengah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi buat menjangkau daerah-daerah yang belum memiliki akses internet memadai di seluruh penjuru Nusantara.

“Namun demikian perlu diingat bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi tetap dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang akan memanfaatkan layanan internet tersebut, ” ujarnya di siaran di Platform YouTube dikutip detikcom , Sabtu (17/4/2021).

“Tanpa kesiapan SDM, ruang digital justru berpotensi digunakan untuk tujuan penyaluran konten negatif, seperti penipuan daring, perjudian, prostitusi online, disinformasi atau hoax, penyamunan data pribadi, perudungan siber (cyberbullying), ujaran kebencian (hate speech), penyebaran paham radikalisme/terorisme di ruang digital, dan sebagainya, ” tambah Johnny.

Dijelaskannya, kebutuhan mau SDM yang handal di bidang Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) ini sangat mendesak untuk diupayakan secara masif, kolaboratif, dan terus-menerus. Data Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia sedang menikmati digital talent gap ataupun kesenjangan talenta digital, yaitu membutuhkan 9 juta pembawaan digital dalam 15 tahun, atau rata-rata 600. 000 talenta digital setiap tahunnya.

Ia sadar kebutuhan akan talenta yang begitu besar. Kemenkominfo memakai pendekatan komprehensif yang mencakup tiga tingkatan kecakapan digital di level advanced atau tingkat lanjutan, program Digital Leadership Academy (DLA) diinisiasi untuk meningkatkan kapasitas pembuat kebijakan digital (digital decision maker), baik di zona publik maupun privat.

Program ini ditujukan untuk 300 leaders & dilakukan secara daring, memikirkan situasi pandemi COVID-19, secara menggandeng pusat-pusat pengembangan ekosistem digital global di China, India, Singapura, Estonia, Amerika Serikat, dan sebagainya.

“Di tingkat menengah (intermediate digital skill), agenda Digital Talent Scholarship (DTS) juga diadakan untuk menyerahkan pelatihan teknis bagi para angkatan kerja muda, lulusan baru, profesional, dan elemen masyarakat lainnya, ” ujarnya.

“Program tersebut mengajarkan berbagai kecakapan masa digital seperti artificial intelligence, machine learning, cloud computing, cybersecurity, digital entrepreneurship, digital communication, dan sebagainya. Tarikh 2021 ini, kami menyampaikan 100. 000 beasiswa DTS untuk masyarakat Indonesia secara tema-tema seperti tersebut sebelumnya, ” tambah Johnny.

Lalu di level kecakapan digital yang dasar (basic digital skill), pengembangan literasi digital melalui Kegiatan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi terus digencarkan biar dapat mencapai 12, 4 juta masyarakat di tahun 2021 ini.

Program yang begitu kekar ini dikerjakan secara kolaboratif bersama dengan 34 Pemerintah Provinsi dan 514 Pemerintah Kabupaten/Kota bersama dengan Project Implementation Unit (PIU) pada Kementerian Kominfo. Target dengan ditetapkan akan diimplementasikan meniti lebih dari 20. 000 kegiatan di tahun itu.

“Jika kita memulai program pada bulan April ini, maka hendak diselenggarakan sekitar 75 kegiatan per hari secara bersamaan di berbagai pelosok kampung sampai akhir tahun, ” seruan Johnny.

“Hari ini tentu sangat sempurna mengingat acara ini mencatat dimulainya program besar Gerakan Nasional Literasi Digital yang menjadi bagian agenda Alterasi Digital Nasional, ” ujarnya

Menurutnya, Jawa Timur sengaja dipilih mengingat target peserta literasi digital di provinsi ini ialah salah satu yang terbesar, di mana 1, 5 juta orang akan terliterasi digital melalui lebih dari 2. 500 kegiatan dalam 38 kota/kabupaten pada tarikh 2021. Lalu akan berlanjut setidaknya sampai tahun 2024 nanti.

“Panduan Kurikulum dan Seri Modul Literasi Digital tersebut berniat untuk menjadi rujukan pengembangan kompetensi digital SDM Indonesia, baik melalui sektor pelajaran formal, informal, maupun nonformal. Keempat modul ini menutup lebih dari 100 sendi panduan literasi digital yang telah diterbitkan sebelumnya & telah diunduh lebih dibanding setengah juta kali di website literasidigital. id, ” tutup Johnny.

Sebagai informasi, keempat modul itu disusun berdasarkan di empat pilar literasi digital yang utama, yaitu digital culture, digital safety, digital ethics, danxigital skills. Modul ini merupakan manifestasi persekutuan dari Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi, Jaringan Penggiat Literasi Digital (Japelidi) dan Kemenkominfo.

Kegiatan ini dilakukan berbarengan di lima kota yaitu Surabaya, Tangerang Selatan, Aceh, Yogyakarta, dan Lampung. Peluncuran modul dilakukan oleh Menteri Kominfo bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Nicholas Saputra; Yosi Mokalu; Cak Percil; Frida Kusumastuti; dan Dirjen Aptika, Semuel Pangerapan.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 3. 300 peserta dari segenap kota/kabupaten secara daring; 250 peserta secara luring pada lima kota, dengan mewujudkan protokol kesehatan; serta 10 ribu penonton dari berbagai kabupaten/kota di Indonesia mencuaikan saluran YouTube.

Peluncuran modul, diawali dengan penyelenggaraan delapan workshop yang bertemakan Terampil Mengajar di Era Digital; Makin Bawel Digital Internet AmanStrategi Melayani Hoaks di Dunia Digital; Makin Cakap Digital dengan Beretika & Berbudaya dalam Dunia Maya;; Tenaga Pendidik Makin Cakap Digital; Profesi Baru di Era Digital; Kelas Creative Copy Writing untuk Pemula; dan Bahkan Cakap Digital dengan Bertoleransi di Dunia Maya.

(prf/ega)