2-kuli-bangunan-terkapar-di-kampar-belum-sadar-sebab-masih-misteri-1

2 Kuli Bangunan Terkapar dalam Kampar Belum Sadar, Sebab Masih Misteri

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Pekanbaru awut-awutan Polisi masih mengusut kasus tiga orang tukang atau kuli bangunan yang ditemukan terkapar di Kampar, Riau. Polisi memastikan dua tukang yang kritis belum sadarkan diri.

“Dua orang kritis di Jalan Teropong belum sadarkan diri. Mereka masih dirawat di RS Sansani, ” ujar Kapolsek Siak Hulu, Kompol Zuhri Siregar, Selasa (13/4/2021).

Dua kuli gedung yang kritis tersebut yaitu Arif (28) dan Irfan (22). Sedangkan satu kuli bangunan yang tewas ialah Riki (27). Polisi masih mendalami penyebab ketiga kuli bangunan tersebut terkapar.

“Seharusnya kalau dua orang ini (Irfan dan Arif) sadar kita bisa minta keterangannya. Persoalannya perut orang ini belum sadar, itu sebabnya kita lakukan pemeriksaan labor, ” prawacana Zuhri.

Sambil menunggu hasil dari laboratorium, Zuhri dan petugas langsung memantau kondisi dua orang yang kritis. Berdasarkan bahan dokter, dugaan sementara ketiga korban terkapar karena racun.

“Dugaan tatkala racun, tapi racun barang apa ini yang belum mampu dipastikan. Apakah ini ada karena minuman, asap, ataupun racun lain yang sedang kita tunggu hasil, ” katanya.

Selain itu, sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Termasuk alat bukti sudah dibawa ke Polsek Siak Hulu untuk proses pemeriksaan.

Sebelumnya korban ditemukan terkapar di perumahan Jalan Teropong pada Kamis (8/4) sekitar pukul 10. 00 WIB. Penemuan itu setelah pemilik rumah, Adi Prasetiyo, mendekati rumahnya yang sedang proses renovasi.

“Pemilik rumah tadi pagi muncul. Katanya karena dari kemarin dihubungi tukangnya bangunan yang tinggal di rumahnya tidak ada jawaban, ” kata seorang warga Untung, masa ditemui di lokasi.

Merasa curiga, pemilik rumah kemudian mendatangi rumah tersebut. Namun saat digedor dari luar tak ada jawaban dari ketiga tukang yang terakhir diketahui bernama Arif (28), Riki (27), dan Irfan (22).

“Pemilik rumah naik dari tembok rumah buntut pakai tangga. Ternyata pada situ sudah ada dengan terlentang meninggal dunia serta mulut keluar darah serta busa semua, ” ucapnya.

Ditemukannya ketiga korban langsung membuat kacau warga di perumahan anyar tersebut. Warga berusaha mengakomodasi dua korban yang masih hidup, yakni Irfan & Arif.

“Dua ini udah kritis waktu ditemukan, kalau yang satu memang sudah meninggal. Oleh karena itu yang dua sudah letak detak jantung saja, ” katanya. (ras/jbr)