anggaran-nasi-kotak-dikorupsi-berujung-10-tahun-bui-1

Anggaran Nasi Kotak Dikorupsi Berujung 10 Tahun Bui

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Jakarta

Mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Batam, Asril (54), dihukum 10 tahun penjara sebab Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru. Hakim memperberat hukumannya terkait kasus korupsi anggaran konsumsi nasi kotak hingga nyamikan senilai lebih dari Rp 1 miliar.

Hal itu tertuang pada putusan PT Pekanbaru dengan dikutip detikcom, Minggu (14/3/2021). Asril merupakan Sekwan masa 2016-2019. Di masa itu, terdapat alokasi anggaran untuk konsumsi nasi kotak serta snack (kudapan) pimpinan DPRD Kota Batam.

Berikut ini anggaran makanan yang dimanipulasi sebagaimana diuraikan jaksa:

-Paket belanja konsumsi snack VIP Audiensi Ketua DPRD Tanah air Batam dengan pagu sejumlah Rp 45. 000. 000
-Paket belanja konsumsi nasi kotak Audiensi Kepala DPRD Kota Batam sebesar Rp 72. 000. 000
-Paket belanja konsumsi nasi kotak pertemuan arahan DPRD dengan Masyarakat sejumlah Rp 128. 000. 000
-Paket belanja snack pertemuan pimpinan DPRD secara Masyarakat sebesar Rp 48. 000. 000
-Paket belanja konsumsi snack VIP Audiensi Wakil Ketua DPRD Kota Batam dengan para-para sebesar Rp 72. 000. 000
-Paket bayaran konsumsi nasi kotak Audiensi Ketua DPRD Kota Batam sebesar Rp 115. 200. 000
-Paket belanja konsumsi snack VIP pertemuan dengan media sebesar Rp 45. 000. 000
-Paket belanja konsumsi nasi kotak pertemuan dengan jalan sebesar Rp 72. 000. 000

Akhirnya, anggaran di atas tak dilaksanakan, tetapi dilaporkan telah dilaksanakan sehingga menjadi perkiraan fiktif. Untuk mengelabui, dibuat kontrak fiktif dengan pihak ketiga sehingga seolah-olah tersedia pos pengeluaran.

Perbuatan di atas, kata pendahuluan jaksa, dilakukan berulang dalam 2017, 2018, dan 2019. “Bahwa akibat perbuatan tersangka Asril, S. Sos, tersebut telah mengakibatkan kerugian Keuangan Negara Cq Pemerintah Kota Batam sejumlah Rp dua. 160. 402. 160, ” dakwa jaksa.

Pada 8 Januari 2021, Pengadilan Tindak Pidana Manipulasi pada Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang memutuskan Asril bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana pada dakwaan primer.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Asril S. Sos dengan pidana penjara selama enam (enam) tahun penjara denda sebesar Rp 200. 000. 000, – (dua ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar oleh terdakwa maka mau diganti dengan pidana pasung selama 2 (dua) kamar, ” kata majelis PN Tanjungpinang.

Selain itu, Asril dihukum buat membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 1. 995. 360. 160. Dengan ketentuan apabila uang substitusi tidak dibayarkan dalam zaman 1 bulan setelah putusan ini berkekuatan hukum lestari, harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Dan dalam hal Terdakwa tak mempunyai harta benda dengan mencukupi untuk membayar uang pengganti maka diganti dengan pidana penjara selama 4 tahun, ” majelis menetapkan.

Atas ketentuan itu, jaksa mengajukan melaksanakan dengan harapan Arsil dihukum 8 tahun penjara. Dalam sisi lain, Arsil pula mengajukan banding dengan asa putusannya diringankan. Tapi barang apa kata majelis tinggi?

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana tangsi selama 10 (sepuluh) tarikh dan denda sebesar Rp 500 juta dan seandainya tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan, ” kata molek tinggi yang diketuai Asli Ginting.

Perhimpunan yang beranggotakan Desniel dan Yusdirman Yusuf juga mengazab Asril membayar uang pemangku kerugian negara sebesar Rp 1. 995. 360. 160. Dengan ketentuan apabila kekayaan pengganti tidak dibayarkan di waktu 1 bulan sesudah putusan ini berkekuatan patokan tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk memendam uang pengganti tersebut.

“Dan dalam peristiwa terdakwa tidak mempunyai kekayaan benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun, ” putus majelis.