bela-diri-pihak-blessmiyanda-ungkap-rekaman-dengan-pelapor-pelecehan-1

Bela Diri, Pihak Blessmiyanda Membuka Rekaman dengan Pelapor Pelecehan

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Jakarta

Mantan Kepala Badan Manajer Pengadaan Barang/Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta, Blessmiyanda, membela diri dari kasus pelecehan erotis yang membuatnya disanksi mengandung oleh Pemprov DKI. Menggunakan pengacaranya, dia mengungkap daya rekaman dengan pengadu kejadian tersebut dan mengklaim itu bentuk keakraban. Namun tetap saja, ini baru cara sepihak dari pihak Blessmiyanda.

Isi rekaman ini diungkap oleh advokat Blessmiyanda, Suriaman Pandjaitan mencuaikan keterangan tertulisnya, Jumat (31/4). Suraiman kemudian menilai diskusi antara korban dengan kliennya itu sebagai bentuk kemesraan.

“Bukti rekaman itu berisi (korban) dengan berkata jangan dicium sebanyak dua kali, lalu (korban) tertawa, ” ujar Suriaman.

“Suara di dalam rekaman tersebut adalah bentuk keakraban, ” tambahnya.

Suriaman mengatakan dalam rekaman itu terdengar juga suara karakter lain selain korban serta Blessmiyanda. Menurutnya, bukti rekaman itu tidak bisa dijadikan pembuktian dugaan pelecehan seksual.

“Dalam rekaman itu terdengar pula suara orang lain yang berguna (korban) dan klien hamba tidak hanya berdua pada dalam ruangan tersebut. Bagaimana bisa dianggap sebagai pelecehan seksual? ” kata Suraiman.

Suriaman selalu menyebut korban telah menyebarkan berita bohong. Oleh karena itu, pihaknya akan melaporkan korban atas dugaan pencemaran nama baik.

“Hal itu terkait keterangan (korban) bahwa korban pelecehan seksual klien saya tersedia lebih dari satu karakter. Hal itu sama sekali tidak benar dan wajar diduga sebagai berita bongak. Oleh karena itu, konsumen saya akan melaporkan pencemaran nama baik terhadap barang apa yang dilakukan (korban), ” ucapnya.

Diketahui, Blessmiyanda dipecat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terkait dugaan telah melakukan pelecehan seksual. Blessmiyanda dinilai mengabaikan melanggar Pasal 3 angka 6 Peraturan Pemerintah Bagian 53 tahun 2010 mengenai disiplin Pegawai Negeri Biasa.

Terkait pelepasan ini, pihak Blessmiyanda menghargai Keputusan Gubernur tidak terang. Suraiman menyebut pasal yang disangkakan di pemecatan Blessmiyanda tidak sesuai dengan perkiraan pelecehan.

“Di sinilah segalanya jadi betul disayangkan. Sebab pasal yang digunakan untuk memberikan hukuman sama sekali tidak meyakinkan tentang pelecehan seksual. Tak ada unsur menyangkut pelecehan seksual dalam pasal itu. Bunyi pasal 3 angka 6 PP 53 Tahun 2010 itu adalah ‘Setiap PNS wajib menjunjung tinggi kehormatan negara, Pemerintah, dan martabat PNS’, ” ucap Suriaman.

“Pertanyaannya, di mana unsur pelecehan seksual dalam pasal itu? Bagaimana bisa inspektorat membuktikan telah terjadi pelecehan seksual padahal unsur-unsur di pada pasal itu pun tak ada tentang pelecehan seksi? Artinya, pemeriksaan inspektorat pas sekali tidak membuktikan kalau klien saya terbukti melangsungkan pelecehan seksual, ” sambungnya.

Terkait pernyataan Suriaman, detikcom sudah menghubungi Kabiro Hukum DKI, Yayan Yuhanah. Namun, Yayan enggan memberi tanggapan.

Selanjutnya keputusan Pemprov DKI Nyatakan Blessmiyanda Bersalah > > >