hitungan-icw-lebih-dari-500-hari-kpk-belum-tangkap-harun-masiku-1

Hisab ICW: Lebih dari 500 Hari KPK Belum Mengambil Harun Masiku

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Jakarta kacau

Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut tersangka kasus dugaan suap bekas komisioner KPU Wahyu Setiawan, Harun Masiku, sudah kabur selama 500 hari. ICW pun menyoroti kinerja KPK terkait belum ditangkapnya Harun Masiku.

“Sejak ditetapkan tersangka oleh KPK pada tanggal 9 Januari 2020 silam, setidaknya sudah lebih dari 500 keadaan lembaga antirasuah itu tak kunjung berhasil meringkus Harun Masiku, ” kata peneliti dari ICW, Kurnia Ramadhana, kepada wartawan, Senin (7/6/2021).

“Dikaitkan dengan kondisi terkini, semakin nyata dan terang benderang kalau Pimpinan KPK tidak menginginkan buronan itu diproses patokan, ” sambungnya.

Kurnia mengaitkan tudingannya dengan tak lolosnya sebesar pegawai KPK dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk alih status menjadi ASN. Beberapa pegawai yang tak lolos TWK itu disebutnya merupakan tim pemburu Harun Masiku.

“Betapa tidak, beberapa pegawai dengan diberhentikan karena dianggap tidak lolos tes wawasan kebangsaan merupakan tim pemburu Harun Masiku, ” katanya.

Kurnia juga mengaku heran mengapa red notice terhadap Harun Masiku gres diajukan baru-baru ini. Real Harun Masiku sudah hadir daftar pencarian orang selama 1 tahun lebih.

“Selain itu, sudah sekian lama masuk pada DPO, red notice biar baru dimintakan KPK kepada Interpol. Berkaca ke belakang juga sempat ada jalan dari pimpinan KPK membatalkan paksa penyidik perkara tersebut yakni Rossa Purbo Bekti ke kepolisian, ” katanya.

Dia menebak polemik TWK berdampak di dalam perburuan terhadap Harun Masiku. Polemik TWK ini diduga mengamankan Harun Masiku daripada kejaran penyidik ataupun penyelidik KPK.

“Atas dasar itu, ICW menebak TWK ini juga bertujuan untuk mengamankan Harun Masiku agar tidak diringkus sebab penyelidik maupun penyidik KPK, ” ujarnya.

Harun Masiku merupakan tersangka kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI. KPK telah meminta Interpol menerbitkan red notice .

“Sebagai salah satu jalan nyata KPK untuk cepat mencari dan menemukan kehadiran DPO atas nama HM (Harun Masiku), Senin (31/5), KPK telah mengirimkan surat ke National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia agar bisa diterbitkan red notice , ” kata pendahuluan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (2/6).

Ali mengatakan permintaan penerbitan red notice Harun Masiku telah dikirim ke Interpol pada Senin (31/5). Bagian ini dilakukan agar proses penyidikan kasus Harun Masiku segera dituntaskan.

“Upaya ini dilakukan supaya DPO segera ditemukan jadi proses penyidikan perkara dengan tersangka HM tersebut bisa segera diselesaikan, ” perkataan Ali.

Dalam kasus ini, eks Komisioner KPU Wahyu bersama mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dinyatakan terbukti menyambut uang SGD 19 seperseribu dan SGD 38. 350 atau setara dengan Rp 600 juta dari Saeful Bahri. Suap tersebut dikasih agar Wahyu dapat mengupayakan KPU menyetujui permohonan PAW anggota DPR Dapil Sumatera Selatan I, yakni Riezky Aprilia, kepada Harun Masiku.

(haf/haf)