Jaksa Minta Hakim Tolak Pleidoi Anita Kolopaking di Kasus Surat Jalan Palsu

Jaksa Minta Hakim Tolak Pleidoi Anita Kolopaking di Kasus Surat Jalan Palsu

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Jakarta

Jaksa menyikapi pleidoi atau nota pembelaan dengan diajukan Anita Kolopaking dalam kasus surat jalan palsu. Dalam tanggapanya Jaksa meminta hakim menolak pembelaan yang diajukan.

“Kami penuntut umum memohon agar lembaga hakim menolak pembelaan yang dikerjakan oleh tim penasihat hukum & terdakwa, ” ujar Jaksa Yeni Trimulyani, dalam persidangan di Meja hijau Negeri Jakarta Timur, Selasa (15/12/2020).

Jaksa menilai, Anita sebagai kuasa hukum Djoko Tjandra semestinya dapat memastikan Djoko Tjandra untuk menaati hukum. Salah satunya dengan menjalani tuntutan praperadilan.

“Memiliki kewajiban untuk memastikan saksi Djoko Tjandra untuk taat lembaga menghormati dan mengikuti tuntutan pradilan yang berkekuatan hukum tetap, minus mengurangi hak-hak Anita Kolopaking melayani pembelaan terhadap Djoko Tjandra sebagai kuasa hukumnya, ” kata Yeni.

Jaksa mengatakan, Anita membiarkan Djoko Tjandra menghindari pemeriksaan terhadap kasusnya. Atas perbuatan itu Anita dinilai telah membantu menolong atau meloloskan terpidana.

“Oleh karena itu, Anita Kolopaking membiarkan Djoko Tjandra menghindari penelitian sekaligus mengetahui dan menyadari kalau Djoko belum melaksanakan pidana, maka pada dasarnya perbuatan Anita Dewi Kolopaking telah menolong atau meloloskan seorang terpidana, ” tuturnya.

Selain itu, Jaksa menyebut bukti yang disebutkan oleh Prasetijo & Djoko Tjandra untuk Anita tak dapat dipertimbangkan. Terlebih, Jaksa memperhitungkan dalam kesaksiannya Prasetijo dan Djoko Tjandra memberikan keterangan yang berubah-ubah.

“Masing-masing mempunyai hajat untuk melindungi dirinya dalam persidangan perkara ini, dan keterangan saksi-saksi tersebut dalam persidangan keteranganya berubah-ubah. Untuk itu kiranya mohon cantik hakim menilai keterangan saksi, ” sambungnya.

Selanjutnya, Anita akan mengajukan duplik untuk menanggapi tanggapan Jaksa. Duplik ini diagendakan berlangsung pada Jumat (18/12/2020).

Sebelumnya, terdakwa kasus tulisan jalan Djoko Tjandra, Anita Dewi Kolopaking membacakan pledoi atau bon pembelaan atas tuntutan jaksa penggugat umum. Anita berharap hakim menjatuhkan vonis seadil-adilnya.

Situasi itu diungkapkan mantan pengacara Djoko Tjandra ini dalam pleidoi dengan dibacakannya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (11/12/2020). Awalnya, Anita mengaku tidak mengetahui jika surat jalan yang diterbitkan atas bantuan eks Kabiro Korwas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Prasetijo itu ternyata palsu.

Ia juga mengatakan tidak mengetahui jika surat jalan tersebut tidak dapat diperuntukan untuk masyarakat sipil sepertinya. Sebab, menurutnya, tidak ada penjelasannya soal peruntukan tulisan jalan tersebut.

Di kasus ini, Anita dituntut balasan 2 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum. Jaksa meyakini Anita bersalah dalam kasus surat ustaz palsu Djoko Tjandra tersebut.

“Kami jaksa penuntut ijmal dengan memperhatikan ketentuan UU yang bersangkutan, menuntut majelis hakim Meja hijau Negeri (PN) Jakarta Timur yang memeriksa dan mengadili perkara itu memutuskan, menyatakan terdakwa Anita Dewi Kolopaking telah terbukti melalukan tindak pidana menyuruh melakukan pemalsuan surat secara berlanjut, ” kata jaksa Yeni saat membacakan amar tuntutan di PN Jaktim, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (4/12/2020).
“Menjatuhkan hukuman pidana terhadap Anita Dewi A Kolopaking dengan pidana tangsi 2 tahun dikurangi selama tersangka dalam tahanan, ” imbuhnya.

Atas perbuatan itu, jaksa menilai Anita melanggar Pasal 263 ayat 1 KUHP juncto Kausa 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP dan Pasal 223 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

(dwia/idn)