JK Prediksi Pandemi COVID-19 di RI Selesai 2022, Ini Analisisnya

JK Prediksi Pandemi COVID-19 di RI Selesai 2022, Ini Analisisnya

Jakarta

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (JK) memprediksi pandemi virus Corona (COVID-19) di Indonesia akan berakhir pada 2022 mendatang. Dugaan JK didasari atas perhitungan cara vaksinasi COVID-19 di Tanah Air.

“Kalau ditanya surat kira-kira pandemi COVID-19 ini siap, maka, saya perkirakan di Nusantara baru bisa selesai pada tarikh 2022. Karena yang bisa menyelesaikan ini banyak vaksin, dan tes klinis vaksin itu baru mampu keluar antara Januari-Februari 2021 & mulai produksi Maret, ” cakap JK dalam keterangan tertulis dengan didapat detikcom , Minggu (1/11/2020).

“Dan pasti masing-masing negara produsen vaksin itu, seperti China, Inggris & Amerika akan mengutamakan negara, setelah itu baru kita bisa sanggup. Kira-kira nanti vaksinasi bertahap di dalam negeri mulai antara Mei serta Juni, ” imbuhnya.

Prediksi tersebut disampaikan JK saat menyerahkan pengarahan kepada pengurus dan relawan COVID-19 PMI Bali di Markas PMI Bali, Sabtu (31/10/2020). JK memperkirakan proses vaksinasi di RI membutuhkan waktu satu tahun.

“Kalau kita melakukan vaksinasi secara besar-besaran, dalam artinya 1 juta orang divaksin per keadaan, maka itu akan membutuhkan zaman 1 tahun, ” ujar JK.

Mantan Wakil Pemimpin RI itu mengingatkan vaksinasi pada 1 juta populasi per keadaan bukanlah pekerjaan mudah. Sebab, ucap JK, untuk melakukan tes COVID-19 saja kemampuan Indonesia hingga era ini maksimum hanya 30 seperseribu spesimen per hari.

“Saya rasa untuk memberikan vaksin kepada 1 juta orang bohlam hari itu bukan hal yang mudah, mengingat tes-tes saja sekarang kita hanya bisa maksimum 30 ribu orang per hari. Nah untuk itu saya perkirakan kita hanya mampu vaksin 500 ribu orang sehari, maka itu dibutuhkan waktu 2 tahun. Jujur ini membutuhkan daya tahan kita buat mengatasi ini. Untuk itu beta minta agar operasi penyemprotan disinfektan PMI lebih diintensifkan lagi serta masyarakat lebih disiplin lagi buat mengurangi penyebaran COVID-19, ” papar JK.