Muhammadiyah Minta Warga Tak Gugup Soal Beda Imsakiah 8 Menit

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Jakarta – PP Muhammadiyah meminta masyarakat tak perlu resah soal memperlawankan waktu imsakiah 8 menit dari versi pemerintah. Muhammadiyah menjelaskan perbedaan dalam agama merupakan hal yang biasa.

“Jadi saya taksir bagi masyarakat tidak perlu resah. Silakan menurut anutan masing-masing. Nanti kan Muhammadiyah sudah menentukan itu, diharapkan seluruh anggota Muhammadiyah bisa mengikuti edaran PP Muhammadiyah dan juga orang-orang dengan meyakini itu adalah hasil keputusan Muhammadiyah, ” sekapur Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, saat dihubungi, Senin (12/4/2021).

Dadang menjelaskan Muhammadiyah memutuskan buat memundurkan waktu imsakiah sesudah Majelis Tarjih mengumpulkan sebesar ahli astronomi. Dari hasil kajian Muhammadiyah, waktu subuh di Indonesia yang semasa ini menjadi rujukan ternyata terlalu awal.

“Lalu mengenai perubahan agenda, itu kan ahli astronomi Muhammadiyah berkumpul yang diprakarsa oleh majelis tarjih untuk membicarakan tentang waktu-waktu doa, ternyata waktu subuh itu terlalu awal menurut mahir astronomi Muhammadiyah. Sehingga masa itu diputuskan, maka dimundurkan dan sudah ditanfiz. Artinya sudah dikukuhkan oleh PP Muhammadiyah tentang hasil munas tarijh dan diedarkan pada kalangan Muhammadiyah, ” kata Dadang.

Dadang berharap perbedaan ini tak menimbulkan konflik. Sejak zaman, kata Dadang, perbedaan di masalah agama kerap terjadi.

“Lalu dalam masyarakat tidak usah oleh karena itu sesuatu yang menimbulkan percekcokan, karena perbedaan agama itu sejak dulu sudah berlaku. Beda dalam penentuan periode, terbiasalah kita dalam perbedaan-perbedaan itu dan saling menghormati. Mungkin Muhammadiyah menghormati yang lebih dulu subuhnya, yang bukan Muhammadiyah menghormati Muhammadiyah yang memundurkan waktu subuhnya, ” imbuh Dadang.

Sebelumnya diberitakan, memperlawankan waktu mengenai imsakiah tersebut sudah tersebar di penuh daerah. Kanwil Kemenag Jateng akan melakukan sosialisasi supaya masyarakat tidak kaget.

“Ada fenomena rencana Ramadhan dari Kemenag serta organisasi lembaga. Menarik serta perlu dipahami ada dinamika perbedaan pandangan dalam mengikat tidak hanya awal Ramadhan, awal puasa, tapi pula imsakiyah, ” kata Kepala Kanwil Kemenag Jateng Musta’in Ahmad saat menyampaikan materi secara daring dalam rapat Forkopimda Jateng di gedung Gradhika Bhakti Praja, pelik kantor Gubernur Jateng, Semarang, Rabu (7/4).

Ia menyebut Muhammadiyah mencoret waktu imsak dan Pagi buta, yaitu dengan memundurkan periode sekitar 8 menit sejak perhitungan yang dilakukan Kemenag serta lembaga lainnya. “Keputusan Muhammadiyah mengoreksi waktu imsak dan Subuh untuk mundurkan waktu sekitar 8 menit, ” jelasnya.

Dia mencontohkan jika zaman imsak versi Kementerian Keyakinan pukul 04. 14 WIB, versi Muhammadiyah akan anjlok pada pukul 04. 22 WIB. Waktu awal salat Subuh versi Kemenag 04. 24 WIB, versi Muhammadiyah 04. 32 WIB.

“Akan ada tanda, ketika teman Muhammadiyah imsak pukul 04. 22 WIB, maka selang dua menit akan ada terdengar azan yang tidak berpedoman imsakiyah Muhammadiyah, ” ujarnya.