wakil-ketua-mpr-ingatkan-dampak-dari-pembelajaran-jarak-jauh-1

Pemangku Ketua MPR Ingatkan Hasil dari Pembelajaran Jarak Jauh

Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

Jakarta

Wakil Ketua MPR Kekal Moerdijat menyebutkan partisipasi pelajaran di Indonesia ini masih rendah. Ia mengakui sudah ada peningkatan, namun sedang meninggalkan permasalahan. Wanita yang akrab dipanggil Rerie tersebut mengungkapkan dunia pendidikan serupa belum memaksimalkan pentingnya serta pemahaman tentang pendidikan dan kebudayaan.

Situasi itu ia ungkapkan pada acara ‘Diskusi Empat Dasar MPR’ yang digelar di Media Centre, Gedung Nusantara I, Senayan Senin (3/5) dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. Acara tersebut sekaligus memberi penghormatan kepada Ki Hajar Dewantara, selaku Bapak Pendidikan Nasional.

Ia juga mengatakan permasalahan sistem pembelajaran senggang jauh (PJJ) terutama perkara jaringan internet. Soal jangkauan internet ini, kata Rerie, terjadi di daerah penjuru.

“Kalau di kota-kota besar, akses internet mudah, nah masalahnya bila sekolah berada dalam daerah pelosok”, ungkap Rerie dalam keterangannya, Selasa (4/5/2021).

Rerie mengatakan pandemi juga membuat sekitar 60 juta siswa harus belajar di rumah. Namun sayangnya tak semua anak bisa belajar lewat PJJ secara ideal. Ia khawatir akan ada masalah hangat yang disebutnya ‘learning lost’. Akibat lama tak berangkat ke sekolah, akan ada dampak kesehatan mental dengan menimpa para siswa.

“Hal inilah yang perlu diperhatikan oleh pemerintah”, tegasnya.

Ia juga mengatakan dalam periode pandemi pemerintah belum mampu menerapkan ekosistem pembelajaran dengan ideal. “Masih banyak warga yang belum memperoleh kesempatan belajar, ” ujarnya.

Timbulnya ‘learning lost’ juga diakui oleh Anggota MPR Fraksi PKB, Syaiful Huda, yang juga menjelma narasumber dalam diskusi itu. Syaiful mengutip beberapa inspeksi yang menyebutkan PJJ berlaku secara efektif.

Namun, hal tersebut berbanding terbalik saat dirinya menyelenggarakan kunjungan kerja ke berbagai daerah dan berdialog secara kepala sekolah. Dari anjangsana itu ia mengungkapkan efektivitas PJJ hanya 30 komisi.

“Rendahnya efektivitas PJJ kita maklumi pokok pendidik dan siswa masih beradaptasi dengan teknologi”, membuka Syaiful.

Ia berharap Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim agar memanfaatkan situasi yang ada menjadi paksa untuk bangkit.

“Misalnya dengan menerapkan pelajaran yang berbasis pada media digital”, jelasnya.

Terkait ‘learning lost’, pengamat pendidikan Indra Charismiadji menyebutkan dunia pendidikan di Indonesia sebenarnya sudah mengalami ‘learning lost’ sejak 20 tarikh yang lalu. Dirinya menggunakan data-data dari media & data asing.

“Contohnya kemampuan matematika siswa di Indonesia rendah”, ungkap Indra.

Alat mengatakan seharusnya pendidikan pada negara ini sudah harus berbasis pada digital.

“Karena arah pendidikan masa depan ke sana”, pungkas dia.

(prf/ega)