Peziarah di TPU Menteng Pulo: Dilarang Penjaga, tapi Diizinkan Warga

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta

Sejumlah peziarah masih bisa masuk ke TPU Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan, meski sudah dikerjakan penjagaan. Salah seorang peziarah, Rino (30), mengaku diperbolehkan warga sekitar makam sehingga bisa masuk.

Rino, yang berziarah seorang diri, menceritakan awalnya sempat dihadang petugas pengamanan dalam (pamdal) di pintu masuk Golongan II Islam. Namun, ia diberi tahu warga kawasan sekitar makam bahwa tidak masalah berziarah asal pendek saja dan jumlahnya terbatas.

“Karena tadi sebenarnya kita sudah berbicara dengan petugas di aliran memang tidak boleh sih. Karena mumpung hari H-nya Idul Fitri sekarang & ditambah lagi ada awak di depan sana tadi menginstruksikan ‘Tidak apa-apa pak kalau cuma sebentar & jumlahnya tidak lebih sebab 2-3 orang, nggak apa-apa’. Diizinkan warga sekitar gerangan lebih tepatnya, ” cakap Rino saat ditemui di TPU Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (13/5/2021).

Rino mengaku sudah mengetahui adanya aturan peniadaan ziarah dalam Jabodetabek selama 12-16 Mei 2021. Namun, ia mempunyai pendapat lain soal kunjungan di masa pandemi virus Corona ini.

“Sebenarnya sudah tahu, tapi karena sebenarnya pada intinya untuk tidak berkerumun saja sih. Kita lihat status aja, kita lihat situasi kalau memang kondisinya lapang atau tidak banyak karakter, istilahnya satu-dua orang, bisa lah, ” ungkapnya.

Rino memang rutin berziarah ke makam keluarganya selama Lebaran. Dia memang juga memahami maksud kaidah peniadaan ziarah.

Namun, menurutnya, para peziarah nantinya juga akan membeludak usai aturan peniadaan sudah.

“Menurut hamba sih ya, niatnya cara supaya tidak berkerumun & mencegah hal-hal yang tak diinginkan lah, apalagi medium masa pandemi ini. Hanya menurut saya, dampaknya memang sama saja sih, sebab tanggal 16 pun serupa orang-orang bakal berbondong-bondong ke sini juga, yang ibaratnya tadinya mau diberikan keterbatasan tapi cuma ditunda selalu, kesannya seperti itu, ” ucapnya.

Warga Tebet ini berpendapat sebaiknya kegiatan ziarah lebih kepada dibatasi, bukan dilarang. Sepanjang tidak menimbulkan kerumunan, lanjutnya, ziarah sebenarnya tidak masalah.

“Saya awak ziarah ini sebenarnya nggak apa-apa sih, kecuali pegangan, atau ibaratnya ziarah langgeng dibolehkan tapi dengan keterbatasan, berarti tidak boleh lebih dari 3 atau 5 orang, dan yang terang di sini tidak berkerumun, kecuali acara sakral hajatan, pernikahan, atau yang mengundang banyak orang, ” prawacana Rino.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kegiatan kunjungan di TPU di Jabodetabek ditiadakan mulai 12 maka 16 Mei 2021. Kejadian ini untuk mengurangi mobilisasi warga lintas wilayah semasa Lebaran. Namun kegiatan pemakaman tetap bisa dilakukan.

Simak pula ‘Jerit Penjual Kembang Celaka Jutaan Rupiah Imbas Penutupan TPU’:

[Gambas:Video 20detik]

(run/aud)