Proses Yustisi, 6 Warga Tak Memakai Masker di Makassar Dirapid Test

Proses Yustisi, 6 Warga Tak Memakai Masker di Makassar Dirapid Test

Makassar kacau

Aparat gabungan TNI, Polri, Pemerintah Kota Makassar, serta Kejari Makassar, mengelar operasi yustisi protokol kesehatan di kawasan kuliner Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Hasilnya, enam orang warga yang tidak menggunakan masker terjaring dalam berdiam kali ini.

Koordinator Penindakan Satpol PP Makassar, Irwan, mengatakan operasi di lokasi yang sama sebelumnya telah dilakukan. Satpol PP telah melakukan perubahan wadah duduk untuk mengatur jaga langkah atau sosial distancing para tamu, namun kenyataan yang didapat dalam lapangan, pengaturan tempat duduk balik diubah.

“Jadi kami dapat enam orang yang tidak menggunakan masker, kemudian di sini ini yang kedua kalinya, di kali pertama kita sudah tertib sosial distancing-nya dan ini sudah berubah, ” ujar Irwan, Senin (14/9/2020) malam.

Keenam orang yang kedapatan tidak memakai kedok itu lalu didata dan dikasih sanksi membersihkan sampah di lokasi. Selain itu, keenam warga itu juga dirapid test dan hasilnya dinyatakan nonreaktif.

“Ini sanksi rapid test dan sanksi sosial itu membersihkan. Sementara hasilnya nonreaktif, ” ungkap Irwan.

Rencananya, operasi yustisi tersebut akan digelar selama 40 hari ke depan di sejumlah kedudukan di Kota Makassar. Warga dengan kedapatan melanggar protokol kesehatan nantinya juga akan disanksi denda sebesar Rp 100 ribu.

“Jadi untuk hari ini hukuman denda belum kami terapkan, karena sanksi sosial dulu dan ini bertahap. Karena kegiatan ini hendak dilakukan sampai 40 hari, ” kata Irwan.

Sementara itu, salah satu warga dengan terjaring dalam operasi yustisi, Ikbal, mengakui kesalahannya. Dia mengapresiasi kiprah pemerintah Makassar dalam mencegah terjadinya penyebaran COVID-19.

“Saya mau minum jus dan ingat bawa masker, ketemu petugas aku dipanggil untuk menghadap, jadi hamba ikuti apa yang diatur negeri. Dengan ada giat ini kami apresiasi pemerintah bisa mencegah penyaluran virus Corona, ” ungkap Ikbal.

(azr/azr)