PSBB Transisi DKI, Pengusaha Harap Hiburan Malam Bisa Buka 25 Oktober

PSBB Transisi DKI, Pengusaha Harap Hiburan Malam Bisa Buka 25 Oktober

Jakarta kacau

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) zaman transisi. Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) berharap pada tanggal 25 Oktober Pemprov DKI memberikan kerelaan agar tempat hiburan malam kembali dibuka.

“Saya sih paham ya situasinya karena kemarin habis PSBB ketat, terus pada PSBB transisi ini ya agak-agak bertahap. Saya berharap nanti dalam tanggal 25 Oktober itu ada hiburan malam diperbolehkan buka, ” ucap Ketua Asphija, Hana Suryani, saat dihubungi, Senin (12/10/2020).

Hana mengatakan pihaknya mau mengajukan surat permohonan kepada Pemprov DKI. Dalam surat itu hendak disertakan materi dan penguatan tanda pembukaan tempat hiburan malam berserta teknis operasionalnya.

“Makanya aku minggu ini lagi nyusun bahan penguatannya saya akan bawa ke Dinas Pariwisata, saya akan angkat ke Pemprov juga untuk audiensi. Jadi untuk pengajuan di agenda 25 Oktober itu semoga kita bisa di PSBB selanjutnya bisa dibuka. Malah kita mengharapin di 25 Oktober nggak usah ada PSBB di Jakarta, make bahasa asing aja, ” tutur Hana.

Hana menyadari dalam peraturan gubernur (Pergub) dan surat kesimpulan (SK) Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta tempat per malam belum dibuka. Namun pihaknya akan mencoba mengajukan permohonan.

“Walaupun ya di Pergubnya, di SK Kepala Dinas tersebut hiburan memang belum dimasukkan ke dalam kategori usaha yang belum dibuka. Dan ada usaha lain dalam membuka usahanya belum diperbolehkan tapi mereka boleh mengajukan penyampaian teknis. Ada beberapa usaha, kalau aku kan benar-benar nggak boleh. Tapi saya tetap pengajuan teknis tapi bukan di masa saat ini, tapi buat 25 Oktober nanti, ” tuturnya.