Saat ini Tersangka KPK, Dulu Juliari Batubara Bicara Mental Bobrok Tetap Bobrok

Saat ini Tersangka KPK, Dulu Juliari Batubara Bicara Mental Bobrok Tetap Bobrok

Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

Jakarta berantakan

Juliari Batubara pas vokal berbicara antikorupsi. Namun saat ini Menteri Sosial (Mensos) itu bahkan menjadi tersangka di KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi.

Setahun lalu tepatnya pada 9 Desember 2019 Juliari pernah menyerahkan pandangan terkait pemberantasan korupsi di Indonesia dalam momen Hari Antikorupsi Sedunia. Juliari menyebut korupsi bahan tetap ada jika mental lestari bobrok.

“Saya kira pemberantasan korupsi itu harus dimulai dari mental. Jadi mau sebagus apa sistem, seketat apa pola, kalau mentalnya udah bobrok sungguh tetep aja korup, ya, ” kata Juliari kala itu.

Juliari menyebut korupsi juga bisa terjadi akibat keserakahan. Orang-orang yang tak pernah merasa cukup hendak terdorong untuk melakukan perbuatan tercela itu.

“Karena sungguh itu tadi. Itu kan patuh saya antara lain karena kepribadian keserakahan. Jadi orang yang tidak merasa selalu cukup gitu loh, masih merasa kekurangan. Punya mobil 2, pengin 3. Punya mobil 3 pengin 4. Punya panti 1 pengin 2, punya sendi 2 pengin…. Ya ini kalo mentalnya seperti itu ya bersetuju kapan, dibikin sistem seketat kaya apa yang akan ada manipulasi terus. Jadi mulainya dari mental, ” sebut Juliari.

Juliari menyebut sistem yang ada saat ini sudah cukup menawan. Dia menilai yang perlu diperbaiki saat ini adalah mental.

“Kalau sistemnya sih udah cukup bagus ya, baik pada internal kementerian, BUMN, BPK, tersedia juga KPK, kepolisian, kejaksaan, udah lengkap semua. Tinggal yang dibenahi itu mentalnya, ” jelas Juliari.

Kini Juliari Batubara berurusan dengan KPK sebagai simpulan. Dia diduga menerima suap berkaitan dengan pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk penanganan virus corona (COVID-19). Diketahui, KPK telah menetapkan Gajah Sosial Juliari P Batubara jadi tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait bansos COVID-19. Selain Juliari, KPK juga menetapkan 4 orang tersangka lain.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan 5 orang tersangka, antara asing:

Sebagai Penerima
1. Mensos Juliari Peter Batubara
2. Pejabat Pembuat Kontrak Kemensos Matheus Joko Santoso
3. Pejabat Pembuat Komitmen Kemensos Adi Wahyono

Sebagai Pemberi
1. Ardian I M (Swasta)
2. Harry Sidabuke (swasta)

“KPK selalu mengingatkan para pihak buat tidak melakukan korupsi, apalagi di masa pandemi. Namun, jika sedang ada pihak-pihak yang mencari sela dengan memanfaatkan situasi dan jalan untuk keuntungan pribadi dan kelompoknya, KPK melalui upaya penindakan hendak menindak dengan tegas, ” sebutan Ketua KPK Firli Bahuri di jumpa persnya tadi malam.

Kasus ini bermula dari OTT terhadap pejabat Kemensos di dalam Sabtu (5/12) dini hari. KPK mengamankan sejumlah uang miliaran Rupiah dari OTT ini.

“Dari hasil tangkap tangan ini ditemukan uang dengan pecahan tanda uang rupiah dan mata uang asing, masing-masing sejumlah sekitar Rp 11, 9 miliar, sekitar USD 171, 085 dan sekitar SGD 23. 000, ” kata Firli.

KPK menduga Juliari Batubara menerima jatah Rp 10 ribu dari setiap paket sembako senilai Rp 300 ribu bohlam paketnya. Total setidaknya KPK mencari Juliari sudah menerima Rp 8, 2 miliar dan Rp 8, 8 miliar.

“Pada pelaksanaan paket bansos sembako kurun pertama diduga diterima fee invalid lebih sebesar Rp12 miliar dengan pembagiannya diberikan secara tunai oleh MJS (Matheus Joko Santoso) pada JPB (Juliari Peter Batubara) melalui AW (Adi Wahyono) dengan poin sekitar Rp 8, 2 miliar, ” ucap Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers sebelumnya.

“Untuk periode ke-2 pelaksanaan paket bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp 8, 8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan JPB, ” imbuh Firli.

(dhn/imk)