terungkap-cerita-awal-habib-rizieq-positif-covid-19-dan-privilege-di-rs-ummi-1

Tersibak Cerita Awal Habib Rizieq Positif COVID-19 dan Privilege di RS UMMI

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Jakarta

Habib Rizieq Shihab disebut jaksa sempat menyembunyikan status positif COVID-19. Bagaimana cerita pokok mulanya?

Dalam persidangan lanjutan perkara itu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), jaksa menghadirkan saksi atas nama dr Hadiki Habib yang disebut sebagai relawan daripada Mer-C yang merupakan institusi medis dan kemanusiaan. dr Hadiki mengaku memeriksa suasana Rizieq di kediamannya dalam Sentul setelah mendapat seruan pendampingan kesehatan oleh bagian Rizieq pada 23 November 2020.

“Pemeriksaan swab rapid antigen. Seingat saya 23 November 2020. Di kediaman beliau, pada Sentul. Sore bakda Asar. Melakukannya saya bersama dengan pasien. Bertemu atas suruhan dari pihak terdakwa & itu disampaikan ke pihak Mer-C. Saya ditugaskan Mer-C. Ada permintaan pendampingan kesehatan tubuh agar dilakukan pendampingan kesehatan Habib Rizieq, ” sebutan dr Hadiki saat menyungguhkan dalam persidangan di PN Jaktim, Rabu (21/4/2021).

dr Hadiki kemudian melakukan tes swab antigen karena mendengar keluhan Rizieq yang sempat dedar ditambah situasi pandemi corona saat itu. Setelah dilakukan tes, hasilnya, sebut dr Hadiki, reaktif.

“Iya. Hasil reaktif. Di tanggal 23 November, ” ujar dr Hadiki.

Menurutnya, Habib Rizieq saat itu bersedia menjalani protokol kesehatan yang disarankan. Habib Rizieq lalu diminta dirawat di rumah melempem, yang akhirnya dibawa ke RS Ummi yang depan dengan lokasi kediamannya.

“Saya melakukan edukasi ke terdakwa. Terdakwa mau melakukan protokol yang ada. Lalu membangun kesepakatan biar mau melakukan pemeriksaan bertambah lanjut bila perlu memperoleh terapi perawatan dan dia sepakat untuk melakukan isolasi mandiri. Dekat Sentul ada RS Ummi. Perawatan penuh di sana, ” ucapnya.

Habib Rizieq lalu dibawa ke RS Ummi pada malam keadaan. dr Nerina Mayakartifa yang saat itu bertugas pada sana menerima ‘operan’ daripada dr Hadiki dan disebutkan kondisi Habib Rizieq ‘terkonfirmasi’.

“Saya menyelia, awalnya saya dapat kiriman dr Hadiki yang mengantar Habib Rizieq pada masa itu. Saya tanya sudah diobati supaya saya tidak mulai dari nol. Operan secara lisan. Saya didampingi dokter jaga, dr Faris. Saya waktu operan bilang ke dr Hadiki, gimana? Sudah terkonfirmasi. Dikatakan terkonfirmasi, berdasarkan definisi terkonfirmasi based on PCR . Sudah terkonfirmasi sudah positif, ” jelas dr Nerina.

Jaksa sempat bingung maksud terkonfirmasi apakah berdasarkan tes swab PCR atau bukan. Tetapi dr Hadiki menyebut ulangan hanya berdasarkan swab antigen yang dilakukan di vila Habib Rizieq di Sentul.

“Saya mengantarkan terkonfirmasi berdasarkan pemeriksaan dalam Sentul. Swab PCR dikirim ke laboratorium, ” logat dr Hadiki.

dr Nerina mengatakan pihaknya tidak lagi melakukan penyeliaan PCR kepada Habib Rizieq karena sudah percaya secara dr Hadiki. Dia juga menyebut Habib Rizieq ialah pasien privilege sehingga tersedia SOP tersendiri.

“Ada SOP rumah kecil. Kalau misalnya kebetulan untuk beliau ini kita nyebutnya pasien privilege , tidak lewat IGD, langsung ruang isolasi. Datang isolasi lakukan protap. Kalau butuh spesialis langsung tentukan. Ada SOP sendiri, ” jelas dr Nerina.

“Saya saat itu juga melakukan tindakan. Kita lakukan melakukan pemeriksaan dengan keseluruhan. Memeriksa tensi, CT scan toraks, dan ada khusus untuk COVID. Kami tidak lakukan swab karena operannya sudah terkonfirmasi, ” tambahnya.

Tengah itu, Dokter Spesialis Patologi Klinik RSCM, dr Nuri Dyah, menceritakan bahwa pihaknya mendapatkan permintaan tes representatif PCR. Permintaan itu untuk nama Muhammad R sejak dr Hadiki pada 27 November 2020.

“Jadi pada 27 November hari Jumat. Petugas saya di pendaftaran laboratorium menerima VTM yang sudah ada bahan swab diantar sinse dari dr Habib Hadiki, ” ucap dr Nuri.

dr Nuri mengatakan pihaknya baru melayani pemeriksaan laboratorium keesokan harinya. Hasilnya, sebut dr Nuri, positif COVID-19.

“Tanggal 28 bahan diterima dikerjakan PCR dan muncul jam 4. 00 sore dan hasil itu membangun COVID, ” ujarnya.

“Atas nama siapa? ” tanya jaksa & dijawab dr Nuri untuk nama Muhammad R.

Jaksa sempat menanyakan siapa R yang dimaksud. Namun dr Nuri menyebut tidak mengetahui siapa R yang dimaksud.

“Petugas lab kami tak lebih lanjut menanyakan R apa. Identittas kami bisa dari nama atau agenda lahir atau alamat. Tersebut sudah cukup, ” cakap dr Nuri.

“Anda tidak tahu R itu Rizieq? ” cecar jaksa dan dijawab tak tahu saat itu sebab dr Nuri.

Dalam sidang ini, dengan duduk sebagai terdakwa adalah Habib Rizieq, Hanif Alatas, dan dr Andi Tatat. Habib Rizieq didakwa menyerakkan berita bohong terkait hasil tes swab dalam peristiwa RS Ummi.

Jaksa menilai perbuatan Habib Rizieq menimbulkan keonaran dalam masyarakat. Akibat perbuatannya, Habib Rizieq dijerat pasal berlapis. Berikut ini pasal yang menjerat Habib Rizieq di kasus tes swab RS UMMI:

Baru primer: Pasal 14 bagian (1) UU RI Cetakan 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
Subsider: Pasal 14 ayat (2) UU RI Nomor satu Tahun 1946 tentang Sistem Hukum Pidana juncto Perkara 55 ayat (1) ke-1 KUHP
Lebih subsider: Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Kejahatan juncto Pasal 55 bagian (1) ke-1 KUHP, ataupun
Kedua: Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, ataupun
Ketiga: Pasal 216 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Lihat Video: Pada Sidang, Rizieq Bawa Tanda Aher soal Rekomendasi Bangun Markaz Syariah

[Gambas:Video 20detik]

(run/dhn)