Tingkatkan Ketahanan Pangan, Wamenhan Minta IPB Kembangkan Pertanian Singkong

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Wamenhan Minta IPB Kembangkan Pertanian Singkong

Jakarta

Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja ke Institut Pertanian Bogor (IPB). Trenggono meminta IPB untuk mengembangkan pertanian singkong dan sagu untuk memajukan ketahanan pangan.

“Ada lahan yang sudah siap untuk digarap kurang lebih 32 ribu hektar. Makanya saya memberikan challenge kepada IPB University untuk membangun mengelolanya terutama untuk produksi ketela pohon, ” tutur Trenggono usai melakukan tinjauan di IPB seperti di dalam keterangan yang diterima detikcom , Sabtu (12/9/2020).

Trenggono mengatakan salah utama permasalahan utama komoditas singkong adalah ketersediaan dan kualitas bahan patokan. Dia menyebut dengan tersedianya bakal baku secara berkelanjutan, maka hajat terhadap singkong sebagai bahan pokok tapioka dan mocaf dapat terpenuhi di skala industri.

Untuk itu, Trenggono meminta IPB University untuk meningkatkan produktivitas singkong secara treatment teknologi yang presisi.

Selain itu, Trenggono serupa meminta IPB untuk membantu mengembangkan komoditas sagu. Pasalnya, 50 komisi sagu secara global ada pada Indonesia tetapi komoditas sagu belum menjadi komoditas unggulan nasional.

Menanggapi permintaan tersebut, Rektor IPB, Arif Satria yang zaman itu didampingi Wakil Rektor Dunia Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan, Erika B Laconi mengaku siap positif pemerintah untuk mengembangkan komoditas ketela pohon dan sagu. Arif mengatakan IPB juga siap membantu sumber gaya manusia.

“Selain teknologi presisi dan inovasi, IPB University juga siap memberikan dukungan sumberdaya manusianya, ” jelas Arif.

“Nanti kami akan menumpukan alumni-alumni IPB University untuk ikut bersama-sama membantu mengembangkan komoditas ketela pohon dan sagu ini, ” tambahnya.

Diketahui, IPB telah berhasil mengembangkan varietas singkong dengan produktivitas tiap pohon mencapai delapan sampai sembilan kilogram. Tidak cuma inovasi untuk budidaya singkong, saat ini IPB telah menghasilkan inovasi-inovasi berupa produk turunan singkong yang siap dikonsumsi. Inovasi tersebut antara lain adalah kue pastry yang sepenuhnya dibuat dari tepung singkong.

Pada kesempatan yang cocok, Trenggono bersama rombongan diajak berkunjung ke Science Techno Park (STP) dan Agribusiness Technology Park (ATP) IPB University. Serta melihat proses pembuatan kue pastry dari pelajaran singkong di Botany Bakery IPB University.

IPB pula telah melakukan langkah untuk memanifestasikan inovasi-inovasi dari bahan lokal sesuai CATALYST: Varian Ubi Kayu Pencetus Mocaf, Rompi Anti Peluru sebab limbah tandan kosong kelapa sawit, Biscuit Clarias dari tepung ikan lele, dan Sempolet Instan lantaran sagu.

(lir/lir)