Usikan Duplik, Anita Kolopaking Tolak Replik Jaksa

Usikan Duplik, Anita Kolopaking Tolak Replik Jaksa

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Jakarta

Terdakwa peristiwa surat jalan palsu Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, mengajukan tanggapan tempat replik dari jaksa penuntut umum (JPU). Anita menolak seluruh tanggapan jaksa dan tetap pada nota pembelaan.

“Kami penasihat hukum dan terdakwa Anita Kolopaking menegah seluruh tanggapan-replik jaksa penuntut umum dan menyatakan tetap pada nota pembelaan kami, ” ujar kuasa hukum Anita, M Herlangga, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (18/12/2020).

Herlangga mengatakan pihaknya tidak sependapat dengan pernyataan jaksa terkait tidak dapat dipertimbangkannya kesaksian Brigjen Prasetijo dan Djoko Tjandra. Menurutnya, bukti kedua terdakwa lain telah pada bawah sumpah sehingga perlu dipertimbangkan.

“Pernyataan penuntut umum dengan menyatakan bahwa keterangan saksi Brigjen Prasetijo dan Djoko Tjandra tidak dapat dipertimbangkan secara menyeluruh, awak menyatakan tidak sependapat, ” sekapur Herlangga.

“Baik Brigjen Prasetijo ataupun Djoko Tjandra adalah terdakwa dengan tuntutan yang bertentangan dan dalam keterangan a quo dengan Anita, Brigjen Prasetijo dan Djoko Tjandra adalah saksi yang dalam bawah sumpah. Sehingga keterangan bukti dapat dipertimbangkan, ” sambungnya.

Pihak Anita berharap ketua dapat mempertimbangkan bukti dan fakta saksi dalam persidangan. Dia juga berharap hakim memutuskan Anita tak terbukti bersalah.

“Kami tim penasihat hukum berharap agar majelis hakim dapat memeriksa serta memutus perkara berdasarkan alat masukan yang sah, keterangan terdakwa, saksi-saksi, bukti. Bahwa terdakwa Anita Kolopaking tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan yang dituntutkan, ” tuturnya.

Di dalam kasus ini, Anita dituntut aniaya 2 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum. Jaksa meyakini Anita bersalah dalam kasus surat timah palsu Djoko Tjandra tersebut.

“Kami jaksa penuntut umum dengan memperhatikan ketentuan UU dengan bersangkutan, menuntut majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur yang memeriksa dan mengadili perkara itu memutuskan, menyatakan terdakwa Anita Dewi Kolopaking telah terbukti melalukan aksi pidana menyuruh melakukan pemalsuan tulisan secara berlanjut, ” kata jaksa Yeni saat membacakan amar syarat di PN Jaktim, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (4/12/2020).

“Menjatuhkan hukuman pidana terhadap Anita Dewi A Kolopaking dengan pidana penjara 2 tahun dikurangi semasa terdakwa dalam tahanan, ” imbuhnya.

Atas perbuatan itu, jaksa menilai Anita melanggar Pencetus 263 ayat 1 KUHP juncto Urusan 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP dan Pasal 223 KUHP juncto Bab 64 ayat 1 KUHP.

(dwia/mae)