WN China Masuk RI Ketam Kritik, Ini Saran Andre Rosiade

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta

Kedatangan WNA China saat larangan mudik dua tahun berturut-turut menuai kritik dari publik. Anggota DPR Fraksi Gerindra Andre Rosiade memberi masukan kepada Negeri.

“Saya taksir Pemerintah perlu memperhatikan paksa. Jika saat ini kaum dilarang mudik sementara kabar WN China masuk RI berhembus kencang, saya kira rasa keadilan masyarakat mau terusik. Ini kan kejadian persis seperti tahun lulus, ada larangan mudik tapi WN China dibolehkan menghunjam, ” kata Andre pada wartawan, Sabtu (8/5/2021),

Andre ingat piawai kejadian serupa terjadi menjumpai momentum mudik Lebaran tarikh lalu. Dia menyayangkan Negeri tak belajar dari derasnya kritik tahun lalu.

“Seharusnya membangun bisa digeser waktu kehadiran WN China, yang katanya para pekerja. Apa salahnya ditunda satu atau besar minggu setelah larangan mudik. Kalau seperti sekarang itu kan benar-benar mengusik mengalami keadilan, ” ujar Parlemen asal Sumatera Barat tersebut.

Dia meminta Pemerintah mengambil sikap perkara ramainya kritik kedatangan para WN China ini. Penjelasan memang sudah dilontarkan, tetapi respons dengan kebijakan selalu perlu diambil.

“Saya menyarankan dimoratorium zaman kedatangan WNA saat anak buah dilarang mudik, ” ujar Andre.

Bagaikan diketahui, Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan serta Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Benget Saragih mengungkap sejauh ini, ada besar warga negara China yang positif Corona masuk MENODAI, dari total 85 WN China.

“Data kedatangan dari China menggunakan beberapa penerbangan dengan zaman kedatangan yang berbeda. Daripada keseluruhan yang sudah dikerjakan swab pertama, terdapat besar orang positif tanpa gejala, ” jelas Benget, Jumat (7/4/2021).

Kedua warga negara China itu kini tengah menjalani isolasi di salah satu hotel DKI Jakarta. Sampel keduanya juga langsung diambil untuk kemudian mengetahui apakah membawa varian baru Corona Inggris, Afrika Selatan, atau Corona India mutan ganda.

(ega/mpr)